Senin, 03 November 2014

Makna dan Penyebab Bayi Menangis



Selamat malam bunda…  sering kali kita bertanya-tanya kenapa bayi  terlalu sering menangis, apa sebenarnya yang diinginkan bayi sehingga susah untuk menenangkan. Kali ini kita akan mengulas beberapa hal penyebab bayi menangis.  Menangis sebenarnya adalah cara si kecil berkomunikasi dengan anda, khususnya selama 12 bulan pertama kehidupannya, baik siang maupun malam hari. Ini karena bayi yang baru lahir berada dalam tahap penyesuaian dari dalam kandungan ke dunia luar.
Arti tangisan bayi berbeda-beda, masing-masing merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan kepada orang tua tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai tangis dapat membantu kita lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama tangisannnya, makin kuat kebutuhannya.
Bunda, langkah pertama dalam menenangkan bayi menangis adalah bunda jangan panik, karena perasaan paniknya bunda akan memberi dampak kegelisahan juga pada bayi.  Berikut beberapa makna tangisan bayi dan hal yang mungkin coba dikomunikasikan si kecil melalui tangisannya :

TANGIS LAPAR
Lapar merupakan sebab bayi menangis dan rewel yang paling umum terutama pada bulan-bulan awal kehidupannya. Ia tidak akan berhenti menangis sebelum diberikan susu.
Tangisnya berpola: ia menangis, lalu berhenti untuk bernafas, menangis lagi lalu berhenti untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar tangisnya lebih keras dan terus-menerus.

TANGIS BOSAN  
Tangisnya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Selain perhatian dan makanan, bayi juga membutuhkan banyak stimulasi. Dan jika mereka tidak mendapatkannya, mereka akan menangis. Triknya adalah mengangkat bayi anda dan bermain dengannya. Tindakan ini mungkin membuat sebagian orangtua mengerutkan dahi karena dianggap sebagai memanjakan bayi. Tapi stimulasi juga merupakan salah satu kebutuhan utama bayi dan tidak ada ruginya memberikannya pada masa pertumbuhannya.

TANGIS MENGELUH
Ia sedang tak nyaman. Pola Tangisnya melengking dan jelas, napas agak tersendat, tapi lalu napasnya jadi cepat diikuti tangis lain. Bayi mengungkapkan keluhannya melalui tangis, bunda bisa melihat apa keluhan bayi, diantaranya :
Popok basah
Popok basah karena pipis atau buang air besar menyebabkan ketidaknyamanan dan membuat bayi menangis terus sampai popoknya dibersihkan dan diganti.
Panas atau dingin
Sebab bayi menangis keras lainnya adalah kepanasan atau kedinginan. Jika bayi merasa terlalu panas atau dingin ia akan sulit untuk istirahat sehingga ia menangis. Bayi akan merasa nyaman di dalam ruangan dengan ventilasi yang bagus.
Pakaian yang ketat
Bayi akan sulit mentoleransi pakaian yang ketat terutama pada saat cuaca panas. Karet pakaian yang terlalu ketat juga menyebabkan rasa sakit di area pinggang. Ketidaknyamanan ini akan membuat bayi sering menangis.
Kamar yang terlalu gelap atau terang
Ketika bayi terbangun dari tidur ia membutuhkan sedikit cahaya. Dalam keadaan terlalu gelap ia akan menangis keras untuk membangunkan orang tua atau pengasuhnya. Tentu saja ia juga akan menangis pada saat terpapar cahaya yang terlalu terang

TANGIS KESEPIAN
Rata-rata bayi membutuhkan seseorang di dekatnya. Jika ia merasa kesepian ia menangis keras. Jika boneka kesayangannya jatuh dari genggamannya ia akan menangis untuk meminta bantuan.
Pola tangisannya berupa rengekan setiap menit, kadang diikuti air mata. Emongan yang lama membuatnya senang.

TANGIS LELAH
Berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi yang lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkannya dan bisa membuatnya tidur.

TANGIS KESAKITAN  
Melengking keras, diselingi rintihan dan rengekan. Jika perutnya mulas,tangisnya lebih melengking dan lebih berisik. Biasanya hal ini disebabkan :
Sakit sekujur badan
Sakit pada sekujur badan yang menyebabkan bayi rewel dan susah tidur biasanya terjadi pada saat flu atau masa inkubasi penyakit infeksi yang membuat bayi menangis terus menerus
Gigitan Nyamuk
Gigitan nyamuk bisa merupakan sebab bayi menangis tiba-tiba. Gunakan kelambu di tempat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk.
Tumbuh gigi
Pada saat tumbuh gigi bayi sering menangis dan menjadi sulit tidur, biasanya karena infeksi gigi atau masalah perut dan diare.
Susah buang air besar
Bayi yang sembelit dengan tinja yang keras mungkin menangis keras saat harus buang air besar. Ada juga anak yang menjadi takut untuk buang air besar karena kesakitan.
Gumoh
Gumoh atau muntah susu merupakan sebab bayi tiba-tiba menangis lainnya. Gumoh pada bayi merupakan pengeluaran isi lambung karena berbagai sebab seperti pemberian asi atau susu formula yang berlebihan, posisi menyusui atau pemberian susu formula yang salah, fungsi pencernaan yang belum sempurna, dll, bisa sedikit (seperti meludah) atau cukup banyak. Gumoh sangat umum dialami oleh bayi berumur di bawah 4 bulan, gumoh umumnya akan berkurang sejalan dengan bertambahnya usia.

Menangis merupakan bentuk komunikasi utama bayi anda dan menanggapi tangisannya segera bisa menjadi salah satu cara anda mengkomunikasikan cinta dan dukungan anda. Demikian ulasan singkat mengenai makna tangisan bayi dan berbagai sebab bayi sering menangis. Tidak usah panik ya jika si kecil menangis, bunda dapat mengatasinya lho dengan mudah jika tahu penyebabnya. Sekian dulu ya.. mudah-mudahan bermanfaat.

Sabtu, 01 November 2014

Mengatasi Bingung Puting


Bagi bunda yang gelisah karena sikecil lebih rewel saat menyusu dan menolak menyusu langsung dari payudara, padahal sebelumnya bayi dapat menyusui dengan tenang, bisa jadi ini dikarenakan bunda terlalu dini memperkenalkan susu dari botol. Kondisi bayi yang menolak untuk menyusu langsung dari payudara ibu biasa disebut dengan istilah 'bingung putting' alias nipple confusion. Lantas bagaimana kalau sudah terlanjur memberikan botol susu? Tidak ada kata terlambat untuk ASI. Kita lihat yuk, penyebab dan cara mengatasinya.

KENALI PENYEBABNYA
Bingung puting biasa dialami ibu dengan usia bayi baru lahir hingga 5 bulan. Salah satu penyebab bayi mengalami bingung puting adalah karena kita terlalu dini memperkenalkan botol susu bayi. Karena bayi yang awalnya diberikan ASI langsung kemudian diubah dengan mengunakan botol akan menolak ketika kita mencoba lagi untuk menyusui langsung dari payudara,  dimana ia mendapatkan aliran yang deras, bayi kemudian akan cenderung lebih memilih metode dengan aliran yang deras. Sebenarnya, yang bingung bukanlah bayi lho bunda… bayi lebih menyukai aliran yang deras. Dan yang mengkhawatirkan adalah produksi ASI kita akan berkurang karena tidak dihisap langsung oleh bayi. Sebab, semakin sering kita menyusui langsung maka semakin banyak ASI yang kita miliki. Rangsangan hisap bayi menurut penelitian dipercaya akan meningkatkan produksi ASI. Tapi, jangan anggap enteng karena jika berlarut-larut maka bayi akhirnya nggak mau sama sekali menyusu langsung dari payudara kita.

PERBEDAAN BOTOL DAN PAYUDARA
Kenapa botol susu bisa membuat bayi bingung puting? Pada dasarnya, menyusu yang benar adalah menyusui langsung dari payudara. Karena saat menyusu langsung bayi menaruh lidah di bawah payudara dan membentuk rongga vakum untuk memompa dan menelan ASI. Selain itu, saat bayi menyusu langsung maka bayi memasukkan payudara sebanyak mungkin untuk memperoleh ASI dengan cara memompanya. Dan saat bayi menyusui langsung, jika ia berhenti menghisap dan memompa maka berhenti pula ASI dari payudara. Menyusui langsung membutuhkan usaha keras dari bayi dan itu akan membantu merangsang kemampuan bayi untuk menghisap.
Berbeda kalau kita memberikan ASI melalui botol, bayi tidak perlu berusaha untuk memperolehnya. Sebab, saat menghisap botol, bayi menggunakan bibirnya untuk menahan ujung dot botol susu bukan mulutnya. Saat bayi menelan ASI, bayi meletakkan lidah di depan dot untuk menghentikan aliran ASI saat bayi akan menelan.  Dengan menggunakan botol susu, bayi tidak diajarkan untuk merangsang kemampuan motorik kasar dan halusnya karena bayi tidak perlu menghisap dan memompa ASI dari payudara kita dan ini yang membuat bayi jadi "malas" menghisap puting.
Jadi, mengenalkan botol susu terlalu dini kepada bayi akan membuat bayi malas menyusu langsung dari payudara. Kerena bayi pun sudah mampu berpikir, ia merasa lebih enak dan mudah dengan botol susu untuk mendapatkan ASI maka ia akan menangis saat bunda menyusui langsung melalui payudara. Seperti manusia pada umumnya, bayi juga akan lebih nyaman mencapai sesuatu dengan cara yang mudah.

MENYUSUI LANGSUNG
Setelah tahu penyebabnya maka sebaiknya kita singkirkan botol susu dan mulailah memberikan ASI dengan cara menyusui langsung. Apalagi kalau bayi kita berusia 0-3 bulan, sebaiknya urungkan niat untuk segera memberikan ASI melalui botol susu. Untuk bunda memulai lagi agar bayi tidak bingung puting karena terlanjur sudah memberikan botol susu, caranya adalah dengan terus mencoba menawarkan bayi menyusu langsung dengan payudara. Sebaiknya kita menyusui saat bayi tidak sedang dalam kondisi lapar atau haus. Hindari juga kondisi bayi yang mengantuk karena hal tersebut akan membuat ia lebih rewel.
Jangan pernah menyerah untuk mencoba sekali lagi dan lagi. Karena bayi akan belajar bagaimana menyusu yang benar dan lama-lama akan terbiasa lagi dengan menyusu langsung dari payudara. Saya sendiri pernah mengalami hal tersebut, sampai harus mendatangkan ahli lakstasi supaya dapat menyusui lagi dengan benar, bahkan hampir membuat saya stres karena berhari-hari sikecil belajar agar terbiasa menyusu langsung dengan payudara, akhirnya setelah dijalani selama 4 hari sikecil udah kembali lancar dan gak rewel lagi saat menyusu, yang penting bunda tetap sabar.

MEMAKAI SENDOK
Mungkin bagi bunda yang bekerja, kita berpikir bagaimana kalau nanti kita harus bekerja kembali? Tentu kemungkinan untuk lebih sering menyusui bayi secara langsung akan sangat kecil. Bunda bisa memulai dengan mengajari bayi menyusui dengan menggunakan sendok atau cup feeder, hal tersebut memang tidak mudah, tapi kita harus sabar dan telaten untuk bisa memberikan ASI melalui sendok. Dengan berpikir positif bahwa kita mampu, membiasakan bayi minum ASI memakai sendok atau cup feeder, pasti semuanya akan sukses kok!

MEMAKAI CUP FEEDER
Penggunaan cup feeder (seperti sloki) juga meminimalisir terjadinya bingung puting atau nipple confusion. Kesabaran pemberi dalam mengajari menjadi titik penting keberhasilan pemberian melalui cup feeding. Ibu dan pengasuh diharapkan memiliki kekompakan dan kesatuan visi sehingga bersama-sama bisa bekerjasama untuk kebaikan bayi. Hal ini bisa dilakukan dengan komunikasi yang baik dan penjelasan yang mudah dimengerti kenapa ibu lebih memilih cup feeding dibandingkan dot. Pemberian ASI dengan cup feeder bisa bunda lakukan dengan cara :

  • Pastikan tangan bayi aman terbungkus untuk mencegah bayi Anda meraih cangkir. Disarankan untuk menempatkan serbet dibawah dagunya untuk menyerap ASI yang mungkin tumpah.
  • Bayi harus dipegang/dipeluk dalam posisi duduk. Pertama-tama miringkan bayi anda kearah depan sedikit, kemudian sandarkan kembali dalam posisi duduk.
  • Isi cup feeder dengan ASI yang telah diperah.
  • Secara perlahan tempatkan bagian cangkirnya pada bibir bagian bawah. Pinggiran cangkir harus menyentuh sudut dari bibir bagian atas.
  • Secara perlahan miringkan bagian cangkirnya, sehingga ASI menyentuh bibir bayi bagian atas. Jangan pernah menumpahkan ASI secara langsung kedalam mulut bayi.
  • Pertahankan posisi ini selama seluruh sesi pemberian ASI.

Hal terakhir yang harus kita lakukan kalau ternyata bayi masih menolak untuk menyusu langsung adalah berkonsultasi ke ahli laktasi, yang akan mengajari bunda cara menyusui yang baik dan membuat bayi tenang saat harus (kembali) berusaha menggunakan mulut untuk memompa ASI dari payudaramu. Memang ini akan membutuhkan waktu dan effort yang lebih. Memberikan ASI pada bayi secara langsung bukanlah hal mudah, tapi dengan semangat untuk tumbuh kembang anak yang lebih baik, tentu kita harus bersemangat dan pantang menyerah, bukan? Good luck ya bunda…

Cara Menyusui Bayi Baru Lahir

Selamat Sore bunda… semoga kita semua dalam keadaan sehat dan sikecil semakin sehat juga.. kali ini saya ingin share pengalaman dalam menyusui sikecil dalam pemberian ASI Ekslusif, Teknik menyusui adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. Dalam waktu 30 menit setelah melahirkan, sebaiknya Ibu mulai menyusui bayinya, itu yang sangat penting. Karena refleks hisap bayi paling kuat pada jam pertama dan hisapan bayi pada puting susu ibu akan merangsang pengeluaran hormon prolaktin untuk sekresi dan hormon oksitosi untuk mengeluarkan ASI dan mempercepat kontraksi uterus. Selain itu kontak dini akan memperkuat hubungan bayi dan ibu.
Salut untuk para bunda yang sudah mau berjuang untuk tetap memberikan ASI Eksklusif pada putra putrinya. Alangkah baiknya setelah membaca ini membaca artikel ini semakin memotivasi para bunda tentang proses menyusui akan pentingnya ASI Eksklusif. Berikut adalah beberapa cara agar menyusui terasa lebih mudah, yuk kita simak satu persatu ya

1. JANGAN BATASI LAMA ATAU FREKUENSI MENYUSUI
Bayi yang menyusu dengan benar tidak akan menyusu selama berjam-jam (lihat video bayi yang masih kecil menyusu dengan baik). Jika bayi menyusu dengan waktu yang sangat lama, biasanya karena bayi tidak melekat dengan baik dan tidak memperoleh ASI yang tersedia. Mintalah bantuan untuk memperbaiki pelekatan dan lakukan penekanan payudara agar bayi mendapat cukup ASI. Penekanan payudara bekerja sangat baik di hari-hari pertama menyusui agar kolostrum keluar dengan baik. Inilah yang akan membantu, bukan empeng, bukan botol susu, bukan membawa bayi ke ruang bayi. Bayi sering menyusu pada hari-hari pertama hal ini normal dan hanya sementara. Faktanya, bayi cenderung sering menyusu pada beberapa hari pertama terutama pada sore dan malam hari. Hal ini normal dan membantu meningkatkan produksi ASI dan membantu mengembalikan ukuran rahim ibu.  Pelekatan yang baik, sambil menekan payudara, dan mempertahankan kontak kulit antara ibu dan bayi membantu masa tansisi ini berjalan lancar.

2. TANDA-TANDA BAYI AKAN MENYUSUI
Bayi menunjukkan tanda-tanda lapar jauh sebelum mulai menangis. Nafasnya mungkin berubah, misalnya. Atau ia mulai menggeliat. Ibunya, yang tidur bersama bayi, akan terbangun, ASInya akan mulai mengalir dan bayi dengan tenang akan menyusu sampai puas. Bayi yang terlanjur menangis untuk beberapa saat sebelum didekatkan ke payudara mungkin akan menolak menyusu, walaupun ia sudah kelaparan. Ibu dan bayi harus dianjurkan untuk tidur bersisian di RS. Ini cara yang baik agar ibu dapat beristirahat sembari bayi menyusu. Menyusui seharusnya menenangkan, bukan melelahkan.

3. KONTAK KULIT DENGAN IBU
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kontak kulit antara ibu dan bayi dapat membuat bayi tetap hangat sebagaimana di dalam. Memang benar bahwa mungkin saat ini banyak bayi secara umum tidak melekat dan menyusu, hal ini bukan masalah, dan tidak ada ruginya menunggu bayi mulai menyusu. Kontak kulit merupakan hal yang baik dan sangat penting untuk ibu dan bayi bahkan bila bayinya tidak melakukan pelekatan.

4. LANGKAH-LANGKAH PELEKATAN YANG BENAR
  • Ibu duduk atau berbaring dengan santai (bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu menggantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi).
  • Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting dan sekitar areola payudara (cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu).
  • Meletakkan bayi pada satu lengan, kepala bayi berada pada lengkung siku ibu dan bokong bayi berada pada lengan bawah ibu.
  • Menempelkan perut bayi pada perut ibu dengan meletakkan satu tangan bayi di belakang badan ibu dan yang satu di depan, kepala bayi menghadap payudara, posisikan bayi dengan telinga dan lengan pada garis lurus.
  • Memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah serta jangan menekan puting susu dan areolanya
  • Merangsang membuka mulut bayi : Menyentuh pipi dengan  puting susu atau menyentuh sudut mulut bayi, setelah bayi membuka mulut (anjurkan ibu untuk mendekatkan dengan cepat kepala bayi ke payudara ibu, kemudian memasukkan puting susu serta sebagian besar areola ke mulut bayi).
  • Setelah bayi mulai menghisap, dianjurkan ibu untuk tidak memegang atau menyangga payudara lagi.
  • Melepas isapan bayi (jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke bawah.
  • Menyendawakan bayi : Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian punggung ditepuk perlahan-lahan sampai bayi bersendawa (bila tidak bersendawa tunggu 10 – 15 menit) ATAU Bayi ditengkurapkan dipangkuan.
 5. FUNGSI MENYUSUI YANG BENAR
  • Puting susu tidak lecet
  • Perlekatan menyusu pada bayi kuat
  • Bayi menjadi tenang
  • Tidak terjadi gumoh
6. AKIBAT TIDAK MENYUSUI DENGAN BENAR
  • Puting susu menjadi lecet
  •  ASI  tidak keluar secara optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI
  • Bayi enggan menyusu
  • Bayi menjadi kembung
7. TANDA BAYI MENYUSUI DENGAN BENAR
  • Bayi tampak tenang
  • Badan bayi menempel pada perut ibu
  • Mulut bayi terbuka lebar
  • Dagu bayi menempel pada payudara ibu
  • Sebagian areola masuk dalam mulut bayi, areola bawah masuk lebih banyak
  • Bayi Nampak menghisap kuat dengan irama perlahan
  • Puting susu tidak terasa nyeri
  • Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
  • Kepala bayi agak menengadah
 8. TANDA BAYI MENDAPAT ASI DALAM JUMLAH CUKUP
  • Bayi akan terlihat puas setelah menyusu
  • Bayi terlihat sehat dan berat badannya naik setelah 2 minggu pertama (100-200 gr setiap minggu)
  • Puting dan payudara tidak luka atau nyeri
  • Setelah beberapa hari menyusu, bayi akan buang air kecil 6-8 kali sehari dan buang air besar berwarna kuning 2 kali sehari
  • Apabila selalu tidur dan tidak mau menyusui maka sebaiknya bayi dibangunkan dan dirangsang untuk menyusui setiap 2-3 jam sekali setiap harinya.
 CATATAN: Para ibu seringkali diberitahu bahwa jika menyusui terasa menyakitkan, berarti bayi tidak melekat dengan baik (yang biasanya benar), sehingga ibu harus melepaskan bayi dan kemudian mencoba pelekatan lagi dan lagi dan lagi... Ini bukan cara yang tepat. Daripada melepas dan mengulang pelekatan, sebaiknya perbaiki pelekatan sebisa mungkin dengan cara mendorong pantat bayi ke tubuh Anda dengan lengan. Kepala bayi akan mendongak sehingga hidungnya dalam ‘posisi mengendus’. Bila perlu, ibu dapat mencoba menarik lembut dagu bayi sehingga sebagian besar payudara masuk ke mulut bayi. Bila cara tersebut tidak berhasil, jangan lepaskan bayi dari payudara dan melekatkan berulang kali, karena biasanya, rasa sakit di puting akan mereda.  Pelekatan dapat diperbaiki di payudara satunya atau saat menyusui berikutnya. Melepaskan bayi dari payudara lalu melekatkannya lagi dan lagi hanya akan menambah rasa sakit dan luka, dan membuat ibu dan bayi makin frustrasi.

Demikian mengenai cara menyusui bayi yang baru lahir dengan benar. Semoga bermanfaat. Salam hangat selalu untuk bunda semuanya..  wassalam.